Just another WordPress.com site

Beratnya jadi Wartawan


Image

sumber gambar

 

hari-hari terakhir ini media nasional ramai-ramai membully PKS

partai yang selama ini menjadi harapan saya

harapan untuk mengubah bangsa ini

saya memang dekat dengan banyak kader partai ini

terutama di lingkungan saya tinggal

saya ikut juga menimba ilmu agama dengan mereka

kalau dibilang PNS nggak boleh ber partai

ya saya nggak berpartai,

saya bukan anggota partai

saya adalah fans berat partai ini

saya mempunyai perasaan yang sama dengan kader-kader partai ini

jadi mereka adalah saudara seiman

saya turut dibimbing menata hidup oleh kader partai ini

hingga kini, saya bisa lebih dekat dengan Allah

entah, jika taka da kader partai ini yang menarik saya ikut pengajian

mungkin saya sampai sekarang masih begajulan

jadi ketika hari-hari ini masyarakat banyak menghujat partai ini

perih rasa hati ini, pilu sekali

jalan kepartaian yang banyak dihindari orang banyak

memang menuntut para pengusung PKS tabah

melebarkan hati untuk menerima setiap hinaan, cacian, makian, dan fitnah

presiden LHI menjadi tersangka kasus korupsi impor daging sapi

padahal, beliau tidak ditangkap tangan

entah bukti apa yang di miliki oleh KPK

yang jelas, semua terkesan tiba-tiba sekali

beda sekali dengan kasus yang menimpa Andi mallarangeng dan Anas Urbaningrum

Apalagi terhadap para tersangka kasus Bank Century

Miris rasanya

Mungkin, karena kasus ini menimpa PKS

Masyarakat makin ramai mencela partai ini

Mereka anggap, jika kesalahan itu menimpa PKS

Maka aib luar biasa

Saya jadi teringat dengan kisah tahun 2004 lalu

Saya ambil tujuan utama “ Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad”

Biasanya orang komunikasi ya jadi PR-nya perusahaan-perusahaan

Atau banyak juga yang jadi wartawan

Jurusan itu saya pilih karena saya merasa suka dengan yang namanya berkomunikasi

Jadi organizer suatu acara itu seru sekali

Saya betul-betul menikmatinya

Jadi, jatuhlah pilihan saya pada Ilmu Komunikasi Unpad

Singkat cerita saya lulus SPMB dan diterima di Ilkom unpad

Esok harinya saya diterima juga di Spesialisasi Kebendaharaan Negara STAN

Saya yang sudah tenang diterima di Unpad jadi malah galau

Bingung pilih mana, banyak yang menyarankan saya untuk masuk STAN saja

Saya makin bingung, hati kecil saya masih condong di unpad

Akhirnya, bude saya memberi masukan

“Kamu ngapain kuliah komunikasi?

Paling juga nanti jadi wartawan kan?”

Saya hanya diam tanda tak setuju

Siapa bilang wartawan profesi yang nggak baik?

Siapa bilang wartawan profesi yang nggak terpandang?

Namun, seiring berjalannya waktu

Dan melihat kondisi saat ini

Saya jadi mulai paham

Bukan maksud dari wartawan itu jelek

Tapi memang jadi wartawan itu sangat berat

Sungguh berat

Beberapa hari ini isu dugaan korupsi daging sapi

Yang melibatkan presiden PKS membuat saya miris

Betapa media berperan sekali membentuk opini publik

Mereka dengan mudahnya memberitakan sesuatu

Bahkan menghakimi orang dengan tuduhan-tuduhan yang

Tidak benar atau barangkali belum diketahui kebenarannya

Betapa lisan yang telah terlontar

Tak akan bisa ditarik kembali

Seperti paku yang ketika sudah ditancapkan ke kayu

Tak akan bisa membuat kondisi paku itu seperti sedia kala

Pasti ada bekas pakunya disana

Media,

Memberitakan banyak berita yang tidak akurat dan tendensius

Disebut LHI tertangkap tangan lah, bersama wanita bernama M lah

Padahal LHI tidak tertangkap tangan, apalagi bersama wanita bukan muhrim

Di kamar hotel

Sudah jelas berita itu salah,

Media bukannya segera membuat pernyataan maaf

Dan membuat ralatnya

Malah membiarkannya, seolah tak terjadi apa-apa

Kemudian, tuduhan yang bilang korupsi segala macam

Lha wong belum terbukti

Kenapa sudah menghakimi seperti itu?

Masya Allah, pastinya akan menambah timbangan amal buruk bagi wartawan

Saya kini sadar, bude telah memberikan saran yang sangat baik bagi saya

Saya tidak jadi masuk Unpad, meski bukan hanya bude saya yang memberikan kontribusi saran

Namun, saat ini itulah yang saya lihat begitu bermanfaat

Saya tak menjadi wartawan, tak punya resiko keseleo memberitakan berita bohong, fitnah, adu domba

Alhamdulillah,

Terimakasihku pada bude di babar sari, jogja

Renungan dari Tukang Reparasi Payung


2010_08 15_reparasi payung

sumber gambar

 

Hari ini, saya bertemu dengan seorang penjaja jasa reparasi paying

Hal yang membuat saya tertarik adalah karena pilihan pekerjaannya

Tukang sol masih banyak yang mencari

Tukang kunci juga banyak

Tukang vermak levis juga banyak

Tapi ini tukang reparasi payung?

Logika saya berontak

Apa masih ada ya orang yang mau reparasi payungnya?

Sekarang secara matematika kita hitung saja

Berapa harga payung jaman sekarang?

Banyak sekali payung yang dijual dengan murah

Lalu kalau rusak?

Biasanya dibuang begitu saja

Mungkin, sedikit sekali yang berpikiran untuk mereparasi payung

Lebih mudah mencari toko yang jual payung

Datipada tukang reparasi payung

Yang sekarang sudah sangat langka

Toh harga payung sudah murah-murah

Beli 10 ribu juga ada

Lalu apa menariknya cerita ini?

Saya ingin menyampaikan bahwa bapak ini adalah orang yang gigih

Berjuang mencari nafkah yang halal

Padahal, pada hari itu mungkin hanya ada satu atau dua saja yang memakai jasanya

Bahkan, bisa jadi tak ada yang memakai jasanya

Namun, ia tetap yakin akan ikhtiarnya

Rezeki Allah harus di jemput bukan ditunggu

Ikhtiar tetap harus dijalankan

Agar keberkahan dalam rezeki itu tetap mengalir

Sekecil apa pun peluang usaha itu

Yakin akan rezeki yang diberikan Allah

Saya jadi belajar sesuatu

Saya memang sudah lama tertarik dengan dunia bisnis

Namun, masih juga mencari-cari kira-kira apa yang bisa saya bisniskan?

Saya terlalu takut bersaing

Saya terlalu memikirkan untung ruginya

Mungkin, belajar anggaran dan akuntansi membuat saya semakin takut

Menginvestasikan waktu dan uang untuk memulai bisnis

Dari bapak penjaja reparasi payung saya tersadar

Bahwa bisnis bukan hanya sekedar mencari untung sebesar-besarnya

Bahwa bisnis itu hendaknya di bidang yang benar-benar kita kuasai

Dan kita enjoy menjalankannya

Bismillah, gak lama lagi saya mau launching bisnis baru saya

Mohon do’anya kawan-kawan

KEPO dan Pertemanan


Image

Saya awalnya agak risih dengan istilah baru ini

Karena apa? Hal itu membuat saya menjadi segan untuk bertanya lebih jauh

Kepada teman kita tentang banyak hal

Nanti malah dibilang “kepo deh kamu” “mau tau aja apa mau tau banget?”

Wah, kalau sudah begini saya jadi mundur teratur

Padahal, sebagai seorang teman, saya merasa perlu mengetahui teman saya lebih dalam

Dimana rumahnya, sukunya apa, berapa bersaudara, siapa orang tuanya, dan lainnya

Karena apa? Jangan sampai kita banyak berinteraksi namun sebenarnya kita sendiri

Tidak tahu banyak hal tentang teman kita

Coba misalnya kita ditanya orang lain ketika teman kita kena musibah

“si fulan rumahnya dimana? Yuk kita jenguk”

lalu jawaban kita adalah

“wah aku nggak tau juga rumahnya dimana”

jeger!

“kamu temannya bukan sih? Perasaan sering kemana-mana bareng, rumahnya aja nggak tau”

terkadang memang kita perlu juga mengikuti perkembangan jaman

namun, nggak semuanya baik kan?

Nah istilah “kepo” membuat saya merasa risih

Sedikit-sedikit dibilang kepo

Orang yang tadinya mendekat, malah berubah menjauh

So, hati-hati ya kalau ngomong “kepo” ke temen kita

Bisa-bisa ia nanti bisa jadi mundur teratur dan nggak mau dekat lagi

 

Dari Abi Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw bersabda, “Hak kewajiban seorang muslim atas muslim lainnya ada lima. Pertama menjawab salam. Kedua menjenguk yang sakit. Ketiga mengantar jenazah. Keempat memenuhi undangan. Kelima mendo’akan orang yang bersin.” (Muttafaq ‘Alaih)

*Kepo merupakan kepanjangan dari  Knowing Every Particular Object

masalah sampah


Imagesumber gambar

jadi gini, siang tadi saya ikutan rapat RW

awalnya aras-arasen juga mau dateng atau nggak

baru pulang mabit membuat metabolism tubuh agak terganggu

jadi lebih enak tidur

Alhamdulillah, masih ada waktu buat tidur dulu

Dan saya pun agak ringan berangkatrapat RW

Ternyata bahasan rapat sangat seru dan pas dengan pendapat saya

Pertama ngomongin masalah sampah,

Pas banget sampah di rumah dan tetangga-tetangga sudah menggunung

Jadi solusi apa yang bisa diberikan pihak RW?

Mula-mula kita tilik dulu masalah yang selama ini ada

Pertama karena hanya ada 3 mobil sampah untuk wilayah bekasi utara

Ditambah kondisi ketiga mobil itu pun sudah sakit-sakitan

Sehingga lebih sering mogok  daripada jalannya

Kedua, saat ini di bantar gerbang sedang longsor akibat hujan deras

Kamis dan jum’at lalu

Ada beberapa alternatif yang bisa diambil

Pertama tentu saja mendesak pihak developer untuk menyediakan tempat

Bagi pembuangan sampah sementara

Bahkan fasilitas yang di janjikan semisal waterboom saja masih belum ditunaikan

Apalagi ini yang tak ada dalam list janji mereka

Namun, kami sepakat bahwa TPS lebih penting ketimbang waterboom

Kedua, mencari TPS lain yang bisa digunakan

Sehingga dapat menampung sampah warga sementara waktu

Masalah sampah di rumah-rumah pun bisa teratasi

Namun, ini tentu saja mengakibatkan anggaran iuran warga jadi bertambah

Sampah, terlihat sepele namun ternyata sulit juga ditangani

Ini baru lingkup RT dan RW saja

Belum sampai ke kota atau Negara

Ternyata masya Allah ya ngurus orang dan permasalahannya itu berat

Makanya, Allah menjamin tempat bagi pemimpin yang adil dengan balasan Surga-Nya

Ijadl bin himar r.a berkata: saya telah mendengar rasulullah saw bersabda: orang-orang ahli surga ada tiga macam: raja yang adil, mendapat taufiq hidayat ( dari allah). Dan orang belas kasih lunak hati pada sanak kerabat dan orang muslim. Dan orang miskin berkeluarga yang tetap menjaga kesopanan dan kehormatan diri. (muslim).

Perjuangan Warga Bekasi


renggamogok1sumber gambar

 

Warga bekasi tentu saja kebanyakan bukan bekerja di bekasi

Mereka (termasuk saya) bekerja di Jakarta, ada juga yang di kawasan industry

Sekitar Cikarang, Karawang dan sekitarnya

Rata-rata warga bekasi memang hanya tinggal saja di bekasi

 

Otomatis, ketika jam kerja

Jalanan dipenuhi kendaraan menuju Jakarta

Atau menuju cikarang

Semua mau berangkat bekerja

 

Hari ini, kamis 17 Januari 2013

Tentu tak akan dilupakan oleh warga bekasi

Saat dimana hujan sangat lebat dan harus berjuang menuju kantor

Saat dimana loyalitas diuji

 

Hujan sangat deras ternyata tak menyurutkan mereka untuk berangkat bekerja

Saya sendiri sempat ciut melihat cuaca yang sangat ekstrim ini

Hujan begitu derasnya, berat rasanya berangkat ke kantor

Berat sekali

 

Namun, demi melihat istri saya berangkat tetap tepat waktu

Saya pun juga menyusul dibelakangnya

Istri bekerja di bekasi, namun jam kerjanya tak bisa ditawar

Harus masuk jam 7.30

 

Sedangkan saya, masih ada kebijakan jika telat

Apalagi kondisi banjir seperti ini

Saya pun baru berangkat jam 7.15 dari rumah

Telat pastinya, tapi saya memang sudah pasrah

Nggak ngejar waktu masuk lagi

Yang penting sampai kantor

 

Saya pun menerabas derasnya hujan dengan motor

Tak berapa lama, badan saya sudah terasa basah

Rupanya mantel rapat tidak bisa menghalangi air untuk menyelinap masuk

Saya pun basah bahkan sebelum keluar gerbang blok H

 

Jalanan sudah tampak sedikit tergenang di beberapa titik

Saya beranggapan pastinya banyak yang ga masuk kantor

Pastinya jalanan sepi

Saya pun bisa sampai stasiun agak cepat dari biasanya

 

Ternyata saya salah, begitu keluar kompleks

Jalanan sudah penuh kendaraan

Seolah tak ada bedanya dengan waktu normal

Padahal ini hujan sangat lebat

 

Setelah tetap macet dan hujan deras

Saya akhirnya sampai juga di stasiun

Sebelumnya saya Tanya dulu ke petugas loket

“kereta nggak ada gangguan mbak?”

dijawabnya

“nggak pak, itu keretanya sudah ada”

 

saya pun segera menuju kereta

tanpa melepas jas hujan yang saya kenakan

ini keadaan luar biasa

saya pun cuek saja naik masih pakai mantol

 

dalam kereta saya pandangi orang-orang

pasti perjuangan mereka untuk sampai stasiun begitu besar

tapi mereka tetap berangkat bekerja

merekalah para mujahid keluarga

 

jika bekerja adalah ibadah

inilah saat dimana ibadah itu diuji

bagaimana beratnya mereka bekerja untuk menghidupi keluarganya

betapa besar perjuangan mereka

malu saya, saya sempat cuit untuk tidak ngantor saja tadi

 

setengah jam berlalu

kereta masih menunggu antrian masuk cakung dan jatinegara

suatu lalu lintas yang sangat padat pastinya

ada tiga kereta yang berhenti di bekasi

entah odong-odong atau kereta jawa

 

akhirnya saya putus sudah

saya kembali ke rumah saja

bismillah, semoga Allah mencatat niat perjuangan saya untuk berangkat ke kantor

walau akhirnya batal juga

 

salut kepada para pejuang yang sudah sampai kantor

ibadah kalian akan mendapat ganjaran luar biasa dari Allah

jika niat berangkat kerja hari ini adalah untuk beribadah

dan mencari nafkah untuk keluarga

 

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

 

Semoga kita bukan termasuk golongan orang yang malas bekerja.

Bahagia Itu Sederhana


tips-bahagia

sumber gambar

Kemarin sore saya mendapatkan pelajaran yang amat mahal

Setelah beberapa kali commuter line mengalami gangguan

Kemarin sore, commuter line kembali normal

Tak tampak lagi penumpukan penumpang di manggarai

Begitu sampai manggarai, tak berapa lama kereta datang

Saya pun naik dan benar kereta sudah normal

Tak terlalu padat penumpang di dalam

Saya pun bisa memilih tempat dimana saya bisa berdiri dengan nyaman

Sampai di jika tidak terlambat,

Saya pun tiba di rumah matahari masih menyisakan sinarnya

Tak berapa lama adzan maghrib berkumandang

Saya pun bersiap ke masjid

Jarang sekali saya bisa sholat maghrib berjama’ah

Di masjid dekat rumah

Kecuali hari-hari libur dan tidak sedang bepergian

Saya pun tersenyum

Diperjalanan saya memikirkan ini,

Ternyata bahagia itu sederhana saja

Pulang tepat waktu, kereta lancar dan bisa maghrib di masjid dekat rumah

Sayangnya, saya baru bisa merasakan itu setelah berkali-kali kereta mengalami

Gangguan persinyalan akibat cuaca buruk

Semoga kita lebih cepat bersyukur sehingga tak perlu kita menunggu di sentil Allah untuk merasakan kebahagiaan

Keadilan Semu


Image

Berkunjung ke Lembaga Pemasyarakatan memang bukan sesuatu pengalaman

Yang indah untuk di ceritakan

Bayangan seram pun menggelayut di depan mata

Bahwa penghuninya adalah orang-orang seram yang terlibat kasus hokum serius

LP anak juga merupakan tempat yang menyeramkan bagi sebagian kalangan

Bagaimana bisa masih anak-anak saja sudah masuk penjara?

Gambaran anak-anak berprilaku liar sudah mengemuka di depan mata

Namun, semua itu akan pupus melihat seorang anak bernama Arif

Arif, seorang narapidana anak yang cerdas

Usianya baru delapan tahun dan tingkahnya malu-malu bersembunyi

Dibelakang petugas lapas

Sikapnya pun sopan, tidak seperti bayangan saya terhadap narapidana

Ketika membaca berkas kasus yang diserahkan oleh sipir

Ternyata, sebelum masuk LP, Arif adalah seorang juara di sekolahnya

Kemampuan lainnya pun menonjol,

Jago gambar, Jago main suling, Juga juara mengaji dan adzan tingkat anak-anak

Kemampuan berhitungnya pun sangat menonjol

Keterkungkungannya di dalam penjara pun tidak menghalangi Arif kecil berprestasi

Ia adalah juara dua se-Provinsi

Lantas, bagaimana bisa orang seperti Arif bisa masuk penjara?

Arif didakwa membunuh dengan rencana oleh hakim

Ceritanya begini, saat itu Arif belum genap berusia tujuh tahun

Ayahnya adalah seorang pedagang di sebuah pasar di daerah bekasi

Dihabisi oleh preman pasar yang biasa memungut uang keamanan

Ayah Arif enggan membayar biaya keamanan yang sangat tinggi

Jadilah ia jadi bulan-bulanan para preman

Saya sendiri tidak setuju dengan istilah uang keamanan

Karena pada kenyataannya bukan preman yang memberi keamanan

Justru sebaliknya, premanlah yang menjadikan semuanya tidak aman

Omong kosong dengan keamanan ala preman

Arif kecil pun mendengar berita itu juga pada akhirnya

Bahwa ayahnya yang ia cintai dibunuh secara menenaskan oleh preman

Esok hari setelah jenazah ayahnya dikebumikan

Arif kecil pun mendatangi markas tempat para preman pasar itu berkumpul

Dengan bermodalkan pisau dapur, Arif kecil pun berteriak lantang ke arah mereka

“siapa yang membunuh ayah saya?”

“gue, terus kenapa?” jawab salah seorang yang dianggap sebagai kepala preman

disambut gelak tawa anggota preman lainnya

Tanpa ba bi bu, Arif kecil pun meloncat sambil menghunuskan pisau dapur

Ke arah sang kepala preman berbadan besar itu

Tikamannya tepat mengenai ulu hati sang preman

Seketika sang preman pun ambruk

Selesai membunuh kepala preman, Arif pun pulang ke rumahnya

Kemudian, esok harinya rumah Arif didatangi oleh pihak berwajib

Arif pun digelandang ke kantor polisi

Suara kepala lapas kemudian memecah keheningan

“Arif ini sering bikin repot petugas disini”

Namun, justru sang kepala lapas malah berkata sambil tersenyum.

Lho, bikin repot kok kayak malah seneng gitu sih?

Ternyata, setelah dipenjara sejak dua tahun lalu

Arif kecil sudah tiga kali melarikan diri dari lapas

Dan dari cara melarikan dirinya pun tergolong ajaib

Ajaib karena dilakukan oleh anak kecil berusia delapan tahun

Oke, kita kupas satu persatu pelarian Arif kecil

Pelarian #1

Pelarian yang tidak dipikirkan oleh siapapun

Setiap pagi, sampah-sampah di lapas diangkut oleh kendaraan kebersihan

Sadar akan peluang kabur, Alif pun menyelinap kedalam salah satu kantung sampah

Badannya yang kecil tentu memudahkan hal itu

Hasilnya, bravo Arif keluar dari Lapas dengan selamat walau bau dimana-mana

Yap, 1-0 untuk Arif

Pelarian #2

Pelarian yang lebih kreatif dari pertama

Arif yang dasarnya memang doyan membaca ini pernah membaca sebuah artikel

Tentang fermentasi makanan tape

Dari artikel itu, Arif tahu bahwa tape mengandung udara panas yang bersifat destruktif

Terhadap benda-benda keras

Kebetulan, setiap dua kali seminggu, lapas selalu menyediakan tape

Sebagai makanan tambahan bagi penghuni lapas

Setiap terhidang tape, Arif selalu puasa, jatah tapenya pun ia simpan baik-baik

Setelah cukup banyak, jatah tape pun ia balurkan ke tembok lapas

Selang empat bulan, dinding yang dibaluri tape pun menjadi lunak

Seperti tanah liat saja, Arif pun berhasil membuat lubang untuk kabur

Yeay, 2-0 untuk Arif kecil

Pelarian #3

Pelarian ini bisa dijuluki sebagai pelarian paling mission immposible banget

Layaknya Ethan Hunt, ia beraksi benar-benar diluar dugaan

Sadar akan adanya besi di ember bisa dipakai untuk membuka gembok

Arif pun berupaya menyembunyikan besi itu

Agaknya, sadar akan pengawasan yang lebih ketat oleh petugas lapas terhadap dirinya

Arif pun tak berani menyimpan besi di selnya

Ia pun menyelinap ke ruang kepala lapas

Entah bagaimana caranya ia menyelinap

Namanya juga Ethan kecil, eh Alif kecil

Arif sadar, semua bagian lapas pasti selalu diawasi oleh petugas

Kecuali satu tempat, ruang kepala lapas

Arif pun menyembunyikan besi itu di ruangan kepala lapas

Esok malamnya, ia bisa keluar lapas menggunakan besi pegangan ember

Ia membuka gembok lapas satu per Satu

Yap, telak sekali 3-0 untuk Arif kecil

Lantas, bagaimana ceritanya Arif bisa tertangkap?

Ternyata, sepandai-pandainya Arif kabur dari lapas

Tujuannya tetap sama, pulang ke rumah

Ia kangen dengan ibunya

Tak ayal, petugas lapas pun dengan mudahnya mencari Arif

Ketika sudah berhasil kabur,

Tujuannya jelas, pasti rumah

Arif menaiki apa saja untuk bisa pulang ke rumah

Numpang mobil atau bahkan berjalan kaki puluhan kilometer pernah dijalaninya

Tujuannya hanya satu, menemui ibu tercintanya

Arif yang masih sangat kecil ini kangen sekali dengan ibundanya

Pada pelariannya yang ketiga

Kepala sipir yang juga merupakan seorang ibu pun

Tak langsung menginstruksikan kepada pegawainya untuk mencari arif di rumahnya

Ia memberikan waktu bagi Arif berada dirumah

Dua hari kemudian Arif kembali lagi bersama petugas Lapas

Ia membawa sepucuk surat

Surat itupun ia berikan kepada ibu kepala lapas

“Ibu kepala, Arif minta maaf. Tapi Arif kangen banget sama ibu”

tulis Arif singkat

Seorang anak cerdas yang harus terkungkung di dalam penjara

Terlepas kesalahannya membunuh kepala preman

Ia adalah anak yang berbakti kepada orang tuanya

Ia merupakan korban keadaan yang harus menanggung beban sangat berat

Keadilan di dunia memang sangat semu

Keadilan bisa sangat tajam kepada orang-orang lemah

Tapi, tumpul pada orang-orang kuat

Banyak sekali kisah-kisah keadilan semu yang memilukan di dunia ini

Karenanya memang keadilan yang hakiki itu di hari pembalasan

Hari dimana semua amal manusia dihitung

Sedangkan keadilan versi manusia pasti tak pernah ada yang sempurna

Manusia yang paling adil di dunia adalah yang berkata:

Wahai manusia! Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian hancur karena mereka menerapkan hukum secara ‘tebang pilih’. Ketika yang mencuri itu dari kalangan terhormat, mereka membiarkannya. Namun, jika yang mencuri itu dari kalangan lemah (rakyat jelata), mereka menerapkan hukuman atas mereka. Demi Zat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, bahkan seandainya Fathimah anak kesayangan Muhammad mencuri, pasti Muhammad akan memotong tangannya.” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Sebuah tulisan yang ditutur kembali dari akun facebook Indonesia Defence berjudul