Just another WordPress.com site

Category Archives: Kekuatan Tekad


ayo kerja keras #1

ayo kerja keras #2

 

hampir setiap subuh
saya menjumpai pedagang sayuran di dekat rumah
ia adalah seorang ibu dan anaknya

saya menebak-nebak mereka baru dari pasar
membeli bahan-bahan lalu segera menuju pangkalan
tempat mereka biasa berjualan sayuran
di dekat rumah

anaknya mungkin baru berusia 3-4 tahun
sudah diajak belanja sayuran
pagi-pagi sekali, setiap hari
ma sya Allah

jam 6 pagi saya melihat mereka sudah kumplit
menata dagangan dan suaminya dan anak pertama mereka sudah disana
suaminya mungkin tugasnya lain, membawa gerobak sayur
istrinya memang kalau pagi bawa motor bersama sayuran yang
banyak dibawa beserta anak bontotnya

mungkin dari sekian banyak tukang sayur yang saya jumpai
mereka lah yang paling rajin
kerjasama kolektif satu keluarga
saling bahu membahu, sampai anak terkecilnya pun sejak kecil
sudah dibiasakan ikut

mereka adalah sedikit dari manusia yang memilih bekerja dengan cara terberat
tidur lebih cepat dan bangun jauh lebih awal
itu bukan perkara yang mudah pastinya

bangun jam 1 atau jam 2 pagi
sedang saya bisa bangun jam 4 saja beratnya luar biasa
itu mereka kerjakan setiap harinya
telat sedikit berarti mereka nggak bisa jualan pagi
berarti mereka nggak dapat penghasilan hari itu

mungkin itu yang menyebabkan orang yang ber-wirausaha
lebih disukai Rosululloh ketimbang jadi orang gajian
jadi orang gajian ada kalanya malas-malasan bekerja
toh nggak bekerja saja sudah digaji
toh tiap bulan terimanya sama saja

ya Allah, semoga kami dapat mensyukuri nikmat yang Kau beri
jauhkan kami dari sikap lalai dan malas dalam bekerja



 

plan b silang

 

Kemarin saya terlibat diskusi hangat sembari perjalanan jatinegara-bekasi

Bersama salah seorang alumni stan, pak teguh, yang nyemplung di pusinfowas

Ia mungkin termasuk akuntan yang passionnya gak di akuntansi

Dan ia mengejar passionnya dalam hal programing

Hingga kini berada di pusinfowas

 

Saya pun banyak bercerita tentang mimpi saya

Tentang keinginan punya usaha sendiri

Tentang keinginan mempekerjakan orang banyak

Tentang keinginan bebas mengatur waktu

 

Yah, ketika mimpi sudah diungkapkan ke orang lain

Saya rasa saya harus semakin serius mengejar mimpi saya

Dan seperti yang diungkapkan oleh wahyu aditya

Dalam bukunya “kreatif atau mati”

“there is no plan B”

saya harus mengejar mimpi saya

 

Plan B atau bahkan C adalah bukti bahwa kita adalah orang yang kompromistis

Padahal, barangkali plan B itu adalah rencana “terpaksa” kita

Apalagi plan C, rencana yang nggak usah pakai usaha udah bisa dilaksanakan

Jadi, bagi saya saat ini, mulai sekarang saya nggak akan membuat plan B,C dan seterusnya

Hanya ada plan A

Dan itu harus dikejar sampai titik darah penghabisan

 

Sekarang gini, plan A kamu apa?

Tanyakan dalam diri

Jika belum tau, maka cari terus apa yang menjadi planning kamu

Apa yang ketika mengerjakannya membuat kamu senang dan nyaman?

 

Tak ada kata terlambat untuk memulai

Tak ada ketuaan untuk memulai

Daripada seumur hidup dalam penyesalan

Maka, kejarlah mimpi utamamu

Janganlah menjadikan plan B sebagai dalih

Dalih untuk tidak berusaha secara sungguh-sungguh

 

Sebelum mendengar kata-kata dari mas waya

Saya selalu membuat rencana kedua dan ketiga

Istilah kerennya plan B dan plan C

Namun, ternyata kalo boleh jujur, plan B dan C itu adalah pilihan sisa

Pilihan yang nggak bener-bener dari hati

 

Bayangkan, jika kita terus menjalankan plan B atau C itu

Maka kita tak akan bekerja dengan sungguh-sungguh

Jika sukses, kita pun tetap menjadi orang biasa saja

Kelihatan sukses tapi nggak jadi yang terbaik

Ya karena hal itu bukan cita-cita kita

Hal itu adalah wujud kompromi kita terhadap keadaan

Wujud ketidak mampuan kita mengejar plan A kita

 

 

Jadi, masihkah kita menyiapkan plan B atau C kita?

Saya lebih memilih terus mengejar plan A saya

Meski jalannya tertatih

Meski perkembangannya tidak cukup berarti

Karena saya tahu, ketika saya menjalaninya

Saya tidak menjalani dengan berat hati

Saya menjalani dengan riang gembira

 

Lupakan soal uang melimpah

Karena, uang melimpah itu akan mengikuti kita

Jika memang kita benar-benar menjadi ahli di bidang kita

Bidang yang menjadi passion kita

Bidang yang bukan pelarian kita

 

Uang akan menyusul jika kita telah berusaha dengan sangat mengejar plan A

Kemudian kita memiliki rasa senang dalam menjalankannya

 

Teman, tinggalkan plan B anda

Kejarlah plan A anda!

 

Terima kasih pada mas @wayaditya yang memberikan motivasi saya untuk menulis ini



2010_08 15_reparasi payung

sumber gambar

 

Hari ini, saya bertemu dengan seorang penjaja jasa reparasi paying

Hal yang membuat saya tertarik adalah karena pilihan pekerjaannya

Tukang sol masih banyak yang mencari

Tukang kunci juga banyak

Tukang vermak levis juga banyak

Tapi ini tukang reparasi payung?

Logika saya berontak

Apa masih ada ya orang yang mau reparasi payungnya?

Sekarang secara matematika kita hitung saja

Berapa harga payung jaman sekarang?

Banyak sekali payung yang dijual dengan murah

Lalu kalau rusak?

Biasanya dibuang begitu saja

Mungkin, sedikit sekali yang berpikiran untuk mereparasi payung

Lebih mudah mencari toko yang jual payung

Datipada tukang reparasi payung

Yang sekarang sudah sangat langka

Toh harga payung sudah murah-murah

Beli 10 ribu juga ada

Lalu apa menariknya cerita ini?

Saya ingin menyampaikan bahwa bapak ini adalah orang yang gigih

Berjuang mencari nafkah yang halal

Padahal, pada hari itu mungkin hanya ada satu atau dua saja yang memakai jasanya

Bahkan, bisa jadi tak ada yang memakai jasanya

Namun, ia tetap yakin akan ikhtiarnya

Rezeki Allah harus di jemput bukan ditunggu

Ikhtiar tetap harus dijalankan

Agar keberkahan dalam rezeki itu tetap mengalir

Sekecil apa pun peluang usaha itu

Yakin akan rezeki yang diberikan Allah

Saya jadi belajar sesuatu

Saya memang sudah lama tertarik dengan dunia bisnis

Namun, masih juga mencari-cari kira-kira apa yang bisa saya bisniskan?

Saya terlalu takut bersaing

Saya terlalu memikirkan untung ruginya

Mungkin, belajar anggaran dan akuntansi membuat saya semakin takut

Menginvestasikan waktu dan uang untuk memulai bisnis

Dari bapak penjaja reparasi payung saya tersadar

Bahwa bisnis bukan hanya sekedar mencari untung sebesar-besarnya

Bahwa bisnis itu hendaknya di bidang yang benar-benar kita kuasai

Dan kita enjoy menjalankannya

Bismillah, gak lama lagi saya mau launching bisnis baru saya

Mohon do’anya kawan-kawan



renggamogok1sumber gambar

 

Warga bekasi tentu saja kebanyakan bukan bekerja di bekasi

Mereka (termasuk saya) bekerja di Jakarta, ada juga yang di kawasan industry

Sekitar Cikarang, Karawang dan sekitarnya

Rata-rata warga bekasi memang hanya tinggal saja di bekasi

 

Otomatis, ketika jam kerja

Jalanan dipenuhi kendaraan menuju Jakarta

Atau menuju cikarang

Semua mau berangkat bekerja

 

Hari ini, kamis 17 Januari 2013

Tentu tak akan dilupakan oleh warga bekasi

Saat dimana hujan sangat lebat dan harus berjuang menuju kantor

Saat dimana loyalitas diuji

 

Hujan sangat deras ternyata tak menyurutkan mereka untuk berangkat bekerja

Saya sendiri sempat ciut melihat cuaca yang sangat ekstrim ini

Hujan begitu derasnya, berat rasanya berangkat ke kantor

Berat sekali

 

Namun, demi melihat istri saya berangkat tetap tepat waktu

Saya pun juga menyusul dibelakangnya

Istri bekerja di bekasi, namun jam kerjanya tak bisa ditawar

Harus masuk jam 7.30

 

Sedangkan saya, masih ada kebijakan jika telat

Apalagi kondisi banjir seperti ini

Saya pun baru berangkat jam 7.15 dari rumah

Telat pastinya, tapi saya memang sudah pasrah

Nggak ngejar waktu masuk lagi

Yang penting sampai kantor

 

Saya pun menerabas derasnya hujan dengan motor

Tak berapa lama, badan saya sudah terasa basah

Rupanya mantel rapat tidak bisa menghalangi air untuk menyelinap masuk

Saya pun basah bahkan sebelum keluar gerbang blok H

 

Jalanan sudah tampak sedikit tergenang di beberapa titik

Saya beranggapan pastinya banyak yang ga masuk kantor

Pastinya jalanan sepi

Saya pun bisa sampai stasiun agak cepat dari biasanya

 

Ternyata saya salah, begitu keluar kompleks

Jalanan sudah penuh kendaraan

Seolah tak ada bedanya dengan waktu normal

Padahal ini hujan sangat lebat

 

Setelah tetap macet dan hujan deras

Saya akhirnya sampai juga di stasiun

Sebelumnya saya Tanya dulu ke petugas loket

“kereta nggak ada gangguan mbak?”

dijawabnya

“nggak pak, itu keretanya sudah ada”

 

saya pun segera menuju kereta

tanpa melepas jas hujan yang saya kenakan

ini keadaan luar biasa

saya pun cuek saja naik masih pakai mantol

 

dalam kereta saya pandangi orang-orang

pasti perjuangan mereka untuk sampai stasiun begitu besar

tapi mereka tetap berangkat bekerja

merekalah para mujahid keluarga

 

jika bekerja adalah ibadah

inilah saat dimana ibadah itu diuji

bagaimana beratnya mereka bekerja untuk menghidupi keluarganya

betapa besar perjuangan mereka

malu saya, saya sempat cuit untuk tidak ngantor saja tadi

 

setengah jam berlalu

kereta masih menunggu antrian masuk cakung dan jatinegara

suatu lalu lintas yang sangat padat pastinya

ada tiga kereta yang berhenti di bekasi

entah odong-odong atau kereta jawa

 

akhirnya saya putus sudah

saya kembali ke rumah saja

bismillah, semoga Allah mencatat niat perjuangan saya untuk berangkat ke kantor

walau akhirnya batal juga

 

salut kepada para pejuang yang sudah sampai kantor

ibadah kalian akan mendapat ganjaran luar biasa dari Allah

jika niat berangkat kerja hari ini adalah untuk beribadah

dan mencari nafkah untuk keluarga

 

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

 

Semoga kita bukan termasuk golongan orang yang malas bekerja.



 

Pernahkah anda merasa malas bekerja?

Pernahkah anda merasa malas berangkat ke kantor?

Tentu pernah merasakannya

 

Pun juga saya, apalagi perjalanan dari rumah saya di bekasi

Menuju kantor di Jakarta adalah perjalanan melelahkan

Macet dimana-mana

Apalagi, ketika harus berhadapan dengan hujan

 

Bayangkan, berangkat ke kantor dengan motor

Dalam kondisi hujan deras, jalanan macet, dan otomatis

Pakaian kita akan basah walaupun memakai mantel

 

Itu yang pernah saya alami di awal-awal bekerja

Beratnya…

 

Namun, ketika rasa putus asa itu datang

Maka kita butuh penyemangat

Ibu, dialah penyemangat saya

Dialah yang menguatkan saya

 

Memang, saya tidak pernah mengeluh akan hal ini kepada ibu

Lalu, bagaimana cara ibu menjadi penyemangat kita?

Melalui apa yang telah ia lakukan untuk kita

 

Ingatlah, betapa besarnya pengorbanan yang telah ia lakukan

Ingatlah, betapa beratnya jalan ia membesarkan kita

Ingatlah, berapa banyak air mata yang telah ia teteskan untuk kita

Hingga kita menjadi seperti ini

 

Kita sudah bisa bekerja sendiri

Sudah berdikari

Sudah merasakan gaji sendiri

Sudah merajut mimpi membangun keluarga sendiri

 

Lalu, jika kita putus asa, apalah jadinya?

Ibu kita akan kecewa bukan?

Betapa pengorbanan, jerih payah, dan air matanya

Ternyata, tidak cukup menjadikan kita berhasil

 

Lalu, apakah kita harus berhenti dengan beratnya medan ke kantor?

Apakah kita tidak ingin membahagiakan ibu kita?

 

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5-6).



Sholat Subuh adalah salah satu ibadah terberat untuk terus istiqomah

Jama’ah di Masjid.

Kadangkala, ketika kit tidur lebih larut, kita jadi sulit untuk bangun

Karena memang setan akan selalu menggoda kita

Saya sendiri merasakan betapa beratnya Sholat Subuh berjama’ah di Masjid

Bahkan ketika sudah 2 atau 3 hari tidak Sholat Subuh di Masjid

Hari berikutnya makin susah, karena badan kita sudah tidak terbiasa

Sulit sekali

Namun, ini bukan mau menceritakan masalah saya

Ini adalah cerita tentang seorang bapak yang Istiqomah

Untuk menjalankan Sholat Subuhnya di Masjid

Padahal sang bapak bukan warga sekitar masjid

Masjid di dekat rumah saya ini memang lokasinya di pinggir jalan cukup besar

Lalu lintas kendaraan pun cukup banyak

Maka tak heran jika setiap harinya banyak orang mampir ke sana

Mampir dalam perjalanan

Namun ketika mampir itu rutin

Apalagi saat Sholat Subuh itu baru yang berbeda

Bapak ini sudah lama saya amati

Karena tidak pernah absen Sholat Subuh berjama’ah di Masjid

Tidak seperti saya yang sering bolong

Saya menduga-duga bahwa sang bapak bekerja jauh

Sehingga harus berangkat pagi-pagi sekali

Bahkan, untuk Sholat Subuhnya pun harus di perjalanan

Sungguh perjuangan yang begitu berat

Hingga tadi pagi ketika Sholat Subuh di Masjid, padahal hari Ahad

Kantor manapun biasanya libur

Saya menemukan sepeda motor bapak itu dengan boncengan bertuliskan Kom*as

Ternyata bapak itu tukang Koran atau broker Koran

Subhanallah

Pekerjaan ini memang mengharuskan untuk bekerja pagi-pagi sekali untuk menjemput

Koran yang ada di agen

Pekerjaan ini berat sekali dijalani oleh kita yang malas bangun pagi

Sang bapak yang istiqomah Sholat Subuh di Masjid dekat rumah saya

Mengajari kita bahwa bangun pagi itu bukanlah mustahil dilakukan terus menerus

Sedikit TIPS agar Sholat Subuh bisa terus Berjama’ah

  1. Ingat terus hadist ini

“Shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya’ dan shalat subuh” (HR.Ahmad)

“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya.” (HR.Muslim)

  1. Jangan tidur terlalu larut
  2. Gunakan alarm lapis ganda, misalkan dengan HP dan dengan Jam Weker
  3. Kenali orang soleh disekitar kita, mereka kadang bertanya

“Subuh kemarin tidak kelihatan, lagi keluar kota ya mas?”

4. Terus membiasakan diri untuk bangun sebelum subuh

Selamat Mencoba



sumber foto

Sore itu saya sedang keliling Pertokoan Proyek Bekasi

Mencari kebutuhan penting keluarga kecil kami, pompa air 🙂

Namun, bukanlah pompa air yang akan saya bahas kali ini

Tema kita adalah bekerja keras

Tak lama berselang, angkutan umum model elf melaju kencang

Ojek-ojek pun berseliweran membuntuti elf itu

Berharap ada penumpang yang turun disana.

Semoga saja…

Benar saja, elf pun menepi tiba-tiba

Ojek-ojek pun makin bermanuver

Sayang bagi salah satu tukang ojek

Entah salah bermanuver atau baru belajar

Ia terjatuh saat menyenggol sisi elf

Celananya sobek sehingga kulitnya pun mengelupas

Darah mengalir disana

Ditangannya pun seperti itu

Darah mengalir disana walau terlihat kecil saja lukanya

Ia lalu bangkit dan kembali menegakkan motornya

Dibantu orang-orang disekitarnya

Ia tidak mengeluh

Tak ada obat merah, tak ada kompres mengompres

Ia lalu bersiap kembali

Menunggu “sewa” sebutan untuk penumpang ojek

Sambil menahan perih

Saya hanya bisa memandangnya dari jauh dengan perasaan teriris-iris

Pasti sakit, namun ia memilih untuk tetap tegar dan mengabaikan rasa sakitnya

Teriris-iris pula hati saya, malu rasanya

Betapa apa yang telah saya lakukan untuk mencari nafkah tidaklah segiat tukang ojek itu

Barangkali, ia teringat akan keluarganya

Mereka butuh makan, maka ia tak ada pilihan selain terus mangkal menunggu sewa

Agar asap dapur keluarganya tetap mengepul

Cicilan motornya belum terbayarkan, sehingga jika ia berhenti narik hari itu

Cicilan motor akan terus menumpuk

Dalam sebuah hadistnya, Rosululloh SAW bersabda,

Mencari rezeki yang halal adalah wajib sesudah menunaikan yang fardhu (seperti shalat, puasa, dll). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)

Subhanalloh, aktifitas bekerja adalah ibadah wajib setelah menunaikan ibadah yang fardhu. Betapa mulianya orang yang bekerja. Bahkan Alloh menempatkannya sebagai ibadah mulia. Dan kita kali ini belajar dari tukang ojek yang tetap bekerja meskipun musibah menimpanya. Ia tetap bertahan demi bekerja.

Insya Alloh, pak tukang ojek tadi disayang Alloh, karena dalam hadistnya, Rosululloh SAW bersabda:

Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami)

Mau disayang Alloh? Bekerja keraslah J

Hari ini kita bisa belajar dari tukang ojek dalam bersusah payah dalam bekerja.