plan b silang

 

Kemarin saya terlibat diskusi hangat sembari perjalanan jatinegara-bekasi

Bersama salah seorang alumni stan, pak teguh, yang nyemplung di pusinfowas

Ia mungkin termasuk akuntan yang passionnya gak di akuntansi

Dan ia mengejar passionnya dalam hal programing

Hingga kini berada di pusinfowas

 

Saya pun banyak bercerita tentang mimpi saya

Tentang keinginan punya usaha sendiri

Tentang keinginan mempekerjakan orang banyak

Tentang keinginan bebas mengatur waktu

 

Yah, ketika mimpi sudah diungkapkan ke orang lain

Saya rasa saya harus semakin serius mengejar mimpi saya

Dan seperti yang diungkapkan oleh wahyu aditya

Dalam bukunya “kreatif atau mati”

“there is no plan B”

saya harus mengejar mimpi saya

 

Plan B atau bahkan C adalah bukti bahwa kita adalah orang yang kompromistis

Padahal, barangkali plan B itu adalah rencana “terpaksa” kita

Apalagi plan C, rencana yang nggak usah pakai usaha udah bisa dilaksanakan

Jadi, bagi saya saat ini, mulai sekarang saya nggak akan membuat plan B,C dan seterusnya

Hanya ada plan A

Dan itu harus dikejar sampai titik darah penghabisan

 

Sekarang gini, plan A kamu apa?

Tanyakan dalam diri

Jika belum tau, maka cari terus apa yang menjadi planning kamu

Apa yang ketika mengerjakannya membuat kamu senang dan nyaman?

 

Tak ada kata terlambat untuk memulai

Tak ada ketuaan untuk memulai

Daripada seumur hidup dalam penyesalan

Maka, kejarlah mimpi utamamu

Janganlah menjadikan plan B sebagai dalih

Dalih untuk tidak berusaha secara sungguh-sungguh

 

Sebelum mendengar kata-kata dari mas waya

Saya selalu membuat rencana kedua dan ketiga

Istilah kerennya plan B dan plan C

Namun, ternyata kalo boleh jujur, plan B dan C itu adalah pilihan sisa

Pilihan yang nggak bener-bener dari hati

 

Bayangkan, jika kita terus menjalankan plan B atau C itu

Maka kita tak akan bekerja dengan sungguh-sungguh

Jika sukses, kita pun tetap menjadi orang biasa saja

Kelihatan sukses tapi nggak jadi yang terbaik

Ya karena hal itu bukan cita-cita kita

Hal itu adalah wujud kompromi kita terhadap keadaan

Wujud ketidak mampuan kita mengejar plan A kita

 

 

Jadi, masihkah kita menyiapkan plan B atau C kita?

Saya lebih memilih terus mengejar plan A saya

Meski jalannya tertatih

Meski perkembangannya tidak cukup berarti

Karena saya tahu, ketika saya menjalaninya

Saya tidak menjalani dengan berat hati

Saya menjalani dengan riang gembira

 

Lupakan soal uang melimpah

Karena, uang melimpah itu akan mengikuti kita

Jika memang kita benar-benar menjadi ahli di bidang kita

Bidang yang menjadi passion kita

Bidang yang bukan pelarian kita

 

Uang akan menyusul jika kita telah berusaha dengan sangat mengejar plan A

Kemudian kita memiliki rasa senang dalam menjalankannya

 

Teman, tinggalkan plan B anda

Kejarlah plan A anda!

 

Terima kasih pada mas @wayaditya yang memberikan motivasi saya untuk menulis ini

Advertisements